Siswa dan Guru Tampil pada Expo Literasi Menoreh
PENGASIH (KR) - Expo Literasi Menoreh Tahun 2025 yang digelar Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kulonprogo selama lima hari di halaman kantor setempat, Kalurahan Pengasih, Kapanewon Pengasih Kulonprogo, Selasa (4/11) sesungguhnya tidak sekadar menjadi pameran buku, tapi momentum mengukuhkan jati diri Kulonprogo sebagai daerah yang tumbuh, maju dan berdaya melalui literasi.
Event yang diramankan beragam kegiatan melibatkan banyak kalangan, mulai dari lomba mewarnai, Bimbingan Teknis (Bimtek) baca nyaring hingga pelatihan pembuatan video yang bertujuan menggerakkan geliat literasi di tengah masyarakat.
Dalam Expo Literasi Menoreh, Bupati Kulonprogo Agung Seiyawan mengukuhkan Bunda Literasi tingkat kabupaten, yakni Nurmi Munida. Isti Bupati Agung Seiyawan tersebut akan menjadi motivator dan penggerak utama dalam meningkatkan gairah membaca di seluruh lapisan masyarakat Kulonprogo.
Menurut Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kulonprogo, Dra Duana Heru Supriyanta tujuan utama kegiatan ini untuk menggerakkan literasi di Kabupaten Kulonprogo.
"Expo Literasi Menoreh Tahun 2025 adalah Festival Literasi, kita adakan selama lima hari. Tujuannya untuk menggerakkan geliat literasi di Kabupaten Kulonprogo. Mulai membaca, kemudian berbagian dan bimtek. Semuanya untuk menggerakkan karya serta yang ada di Kabupaten Kulonprogo. Jadi melibatkan banyak komunitas dan pegiat literasi," kata Duana di sela acara.
Pihaknya menggelar kegiatan beragam termasuk keberhasilan dari Perpustakaan Nasional (Perpusnas), Kabupaten Kulonprogo menunjukkan capaian yang membanggakan.
Lebih lanjut Duana mengungkapkan Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) Kulonprogo masih mengalami kendala dalam meningkatkan minat baca. Dalam upaya mengatasi hal tersebut, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan setempat berinovasi di antaranya perpustakaan keliling dan mengandalkan inovasi digital dan perluasan akses bacaan.
"Kulonprogo sudah memiliki aplikasi perpustakaan digital yakni i-Kulonprogo yang menyediakan puluhan ribu judul buku dan dapat diakses masyarakat dari mana saja. Kami juga mengupayakan perluasan akses. Kami ada Perpustakaan Kelurahan di setiap kelurahan, pengembangan pojok-pojok baca hingga perpustakaan Masjid dan tempat ibadah berikut bantuan dari Perpustakaan Nasional," tutarnya.
Turut tampil pada acara pembukaan tersebut guru Bahasa Inggris dari SD Muhammadiyah Mutihan, Mutia Tsalasatun atau yang biasa dipanggil Miss Mutia mendapat undangan kehormatan bersama dengan sejumlah siswa kelas 1 dalam penampilan bertutur cerita teks berbahasa Inggris. Tentu ini menjadi sebuah penghargaan dan kehormatan kepada sejumlah civitas akademika SD Muhammadiyah Mutihan.
sumber berita resmi:Koran Kedaulatan Rakyat edisi Rabu, 5 November 2025
Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
Muqoddaman: Menjaga Semangat Membaca Al-Qur’an di SD Muhammadiyah Mutihan
Alhamdulillah, ananda sholih sholihah SD Muhammadiyah Mutihan telah mengikuti kegiatan Muqoddaman dalam rangka Gema Al-Qur’an 2026 Kabupaten Kulon Progo. Kegiatan ini menjadi mome
Guru, Kurikulum, dan Manajemen Menuju Sekolah Bermutu & Berkemajuan
Yogyakarta, 24 September 2026 – Majelis Pendidikan Dasar, Menengah, dan Pendidikan Nonformal (Dikdasmen & PNF) PP Muhammadiyah menegaskan arah kebijakan mutu pendidikan melalu
Bimtek Digitalisasi Pendidikan dalam Pembelajaran MIPA Bilingual
Majelis Pendidikan Dasar, Menengah, dan Pendidikan Nonformal Pimpinan Wilayah Muhammadiyah D.I. Yogyakarta akan menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Digitalisasi Pendidikan dalam
SD Muhammadiyah Mutihan Raih Juara II di Lomba Baris-Berbaris Gema Binangun XXVI
SD Muhammadiyah Mutihan turut berpartisipasi dalam Lomba Baris-Berbaris Gema Binangun XXVI. Kegiatan ini dilaksanakan pada Sabtu, 19 September 2026, bertempat di Alun-Alun Wates, mulai
Workshop Penguatan Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran
Yogyakarta, 29 Agustus 2026 – Forum Guru Muhammadiyah DIY menggelar workshop bertajuk “Penguatan Pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dalam Pembelajaran”. Kegiatan